Belajar PHP

Memahami Struktur IF ELSE Dalam PHP

Memahami Struktur IF ELSE Dalam PHP
Written by pintasku

Pintasku – Sebelumnya kita sudah mempelajari tentang jenis-jenis operator dalam PHP. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari salah satu flow control, yaitu Struktur IF ELSE Dalam PHP. Pembahasan yang akan kita pelajari kali ini meliputi Struktur IF ELSE, beserta contoh penggunaan statement If Else.

Mengenal Struktur IF Dalam PHP

Didalam bahasa pemrograman, Struktur IF Else-If merupakan struktur logika yang berfungsi untuk membuat percabangan alur program. Jika secara sederhana Statement If Else-If berfungsi untuk mengatur apakah sebuah perintah (statement) akan dijalankan atau tidak tergantung dari kondisnya, jika kondisinya bernilai True (Benar) maka perintah (statement) akan dijalankan, dan apabila salah maka perintah tidak akan dijalankan.

Sebagai contoh kita ingin membuat sebuah program sederhana, jika situs web bernama “Pintasku” maka akan ditampilkan tulisan “Selamat Datang Di Pintasku.com”. Berikut ini adalah contoh penulisannya.

Jika anda menjalankan kode diatas maka akan muncul tulisan “Selamat Datang Di Pintasku.com”, karena nilai dari $nama adalah “Pintasku”. Apabila anda merubah nilai di $nama menjadi “google” maka tidak akan ditampilkan tulisan apapun.

Untuk membuat statement if kita hanya memerlukan 2 hal, yaitu ekspresi logika (expression) dimana kondisi tersebut harus terpenuhi, dan statement (perintah) yang akan dijaankan apabila kondisi tersebut terpenuhi. Perhatikan contoh syntax dasar dari struktur logika IF dalam PHP.

Hasil dari Expression harus bertipe boolean, dimana  hasil dari expression akan bernilai True (Benar) dan False (Salah). Tetapi dengan menggunakan prinsip PHP dengan type juggling (dimana sebuah tipe data akan di konversikan tergantung kondisinya), maka expression ini bisa menggunakan tipe data selain dari boolean. Maka penulisannya seperti dibawah ini.

Jika statement yang ingin dijalankan terdiri dari 2 baris atau lebih, maka kita harus menggunakan tanda kurung kurawal “{}” untuk menandai statement yang berhubungan dengan kondisi IF. Berikut ini adalah syntax dasarnya.

Jika kita ingin kondisi yang lebih spesifik kita bisa menggunakan metode Nested IF (If bersarang). Sederhananya Struktur IF berada didala IF. Silahkan perhatikan syntax dasar nested IF dalam PHP.

Penggunaan nested IF tidak terbatas, jadi anda bisa menggunakan sebanyak yang anda inginkan, tetapi diperlukan perhatian dalam penggunaan tanda kurung kurawal, sebagai penanda bagian dari IF.

Struktur IF ELSE Dalam PHP

Jika sebelumya Struktur IF digunakan untuk percabangan dengan 1 pilihan (Kondisi) saja, maka kita bisa menggunakan struktur IF ELSE untuk membuat percabangan dengan 2 pilihan (kondisi. Sederhananya apabila kondisi IF tidak terpenuhi maka kondisi Else yang akan dijalankan. Supaya bisa lebih mengerti, silahkan perhatikan contoh kode berikut ini.

Jika kode di atas dijalankan, maka akan muncul tulisan “Selamat Datang Di Pintasku.com” karena kondisi terpenuhi, apabila kita merubah niai $situs maka yang akan muncul adalah program yang berada di bagian else.

Apabila struktur program If Else lebih dari satu baris program maka, kita harus menggunakan tanda kurung kurawal. Berikut ini adalah contoh penggunaan struktur IF Else dengan blok pembatasan kurung kurawal.

Jika kita lupa menutup tanda kurung kurawal, maka akan menyebabkan error, oleh karena itu kita harus lebih teliti dalam penggunaan tanda kurung kurawal. PHP juga memberikan penulisan alternatif selain dari tanda kurung kurawal, yaitu menggunakan tanda titik dua “:” dan diakhiri dengan endif untuk membuat struktur IF Else. silahkan perhatikan contoh kode berikut ini.

Mengenal Struktru Else IF Dalam PHP

Jika sebelumnya kita mempelajari struktur IF dan IF ELSEyang biasanya digunakan untuk struktur percabangan logika yang sederhana. Jika kita ingin membuat struktur percabangan if else yang lebih detail mengenai kemungkinan yang akan terjadi maka PHP menyediakan struktur ELSE IF untuk menangani hal tersebut. Perhatikan contoh kode berikut ini.

Contoh kode diatas adalah conto kode sederahana untuk membandingkan 2 buah angka. Pada bagian IF pertama akan mengecek apakah $A lebih kecil dari pada $B ($A < $B), jika hasilnya salah (FALSE), maka akan masuk ke bagian ELSE IF dan akan melakukan pengecekan kembali apakah $A sama dengan $B ($A == $B),  jika hasilnya tetap salah maka sudah dipastikan $B lebih kecil dari pada $A ($A > $B) dan akan langsung menjalankan program yang berada di bagian ELSE terakhir.

Kita bisa menulisan struktur ELSE-IF secara terpisah ELSE IF atau dengan cara menggabungkannya ELSEIF (tanpa spasi). Berikut ini adalah syntax dasar dari struktur ELSE IF dalam PHP.

Sama seperti Struktur IF dan IF-ELSE, PHP juga menyediakan penulisan alternatif untuk penulisan struktur percabangan ELSE-IF, yaitu menggunakan tanda titik dua dibagian awal dan menggunakan endif dibagian akhirnya. Perhatikan contoh kode berikut ini.

Struktur percabangan IF , IF-ELSE dan ELSE-IF merupakan hal dasar yang harus dikuasai karena nanti kita akan sering menggunakan struktur percabangan ini. Mungkin cukup sekian penjelasan mengenai Memahami Struktur IF ELSE dalam PHP, pada tutorial belajar PHP pemula selanjutnya kita akan mempelajari tentang Struktur Percabangan Switch Dalam PHP. Terimakasih sudah berkunjung, see you next time.

Tentang Penulis

pintasku

Pintasku was established since 2015. Starting from a personal blog and now turned into a group of web developers. Pintasku provides web development, hosting, and domain register services