Belajar PHP

Memahami Struktur Switch Case Dalam PHP

Memahami Struktur Switch Case Dalam PHP
Written by pintasku

Pintasku – Sebelumnya kita sudah mempelajari tentang Memahami Struktur IF-ELSE Dalam PHP. Pada kesempatan kali ini kita akan mepelajari tentangMemahami Struktur Switch Case Dalam PHP.

Mengenal Struktur Switch Case Dalam PHP

Struktur Switch Case merupakan struktur percabangan yang digunakan untuk memeriksa kebenaran suatu nilai yang memiliki banyak pilihan, apabila suatu kondisi benar maka akan menjalankan perintah-perintah sesuai dengan kondisinya tersebut. Struktur Switch Case sama seperti Struktur IF Else yang ditulis secara berulang.

Misalnya kita ingin membuat sebuah program sederhana yang akan menampilkan kata angka dari 1-5, maka akan terdapat 5 kemungkinan yang akan terjadi. Jika kita menggunakan maka kita memerlukan 5 perulangan kondisi, seperti contoh kode berikut ini.

Perhatikan contoh kode diatas bahwa If Else akan mengevaluasi 5 kondisi, yang jelas akan membutuhkan waktu lebih lama. Apabila kita menggunakan struktur Switch Case akan mempercepat waktu evaluasinya, maka contoh kodenya seperti berikut ini.

Meskipun pada struktur switch case kita bisa menyertakan kondisi, tetapi hal tersebut tidak umum dan menurut saya lebih baik menggunakan if else, apabila ingin menyertakan kondisi karena kode akan lebih mudah untuk difahami. Berikut ini adalah contoh penulisan struktur switch case dengan menyertakan kondisi.

Penggunaan Break

Jika kita tidak menyertakan statment Break dalam Struktur Switch Case, maka PHP akan mengeksekusi blok berikutnya sampai menemukan statement break atau kurung tutup sebagai tanda akhir dari switch. Perhatikan contoh kode berikut ini.

Jika kita menjalankan kode diatas maka output yang akan dihasilkan adalah statment yang berada di blok 4, yaitu “Ini Angka 4” karena setelah blok ke 4 PHP baru menemukan statement break.

Aturan Dasar Penulisan Struktur Switch Dalam PHP

Seperti yang anda lihat pada contoh kode sebelumnya, untuk membuat struktur switch case memerlukan beberapa komponen. Berikut ini merupakan syntax dasar dari struktur switch case.

Tetapi menurut PSR-2 mengenai Coding Style Guide menjelasakan beberapa ketentuan tentang penulisan struktur switch case dalam PHP, yaitu:

  1. Struktur Switch Case harus menggunakan tanda kurung kurawal “{}”¬†dan menggunakan tanda titik dua “:”, tidak boleh menggunakan tanda semi colon “;”
  2. Keyword case harus menjorok 1 indent daripada keyword switch.
  3. Dalam blok case, penulisan keyword break harus ditulis lebih menjorok dari pada keyword case. Sebaiknya harus sejajar dengan statement yang berada di atasnya.
  4. Jika kita tidak mengunakan break, dan terdapat statement pada blok case maka kita harus memberikan tanda komentar yang menandakan bahwa blok tersebut tidak menggunakan break.

Selain format dasar seperti pada contoh kode sebelumnya, terdapat cara lain untuk menuliskan struktur switch case dalam PHP, yaitu menggunakan tanda colon dan semicolon.

  1. Menggunakan Semicolon
    Penulisan switch tidak harus selalu ditulis menggunakan tanda kurung kurawal “{}”, kita juga bisa menggunakan tanda titik dua (colon) “:”, perhatikan contoh kode berikut ini.

    Penggunaan tanda titik dua (colon) “:”, biasanya digunakan apabila kode yang dituliskan panjang.
  2. Menggunakan Semicolon 
    Untuk penulisan Case kita tidak harus selalu menggunakan tanda titik dua (colon) “:”, kita juga bisa menggunakan tanda titik koma (semicolon) “;” atau gabungan keduanya. Perhatikan contoh kode berikut ini.

Mungkin cukup sekian penjelasan tentang Memahami Struktur Switch Case Dalam PHP. Pada tutorial belajar PHP selanjutnya kita akan mempelajari tentang Memahami Perulangan For Dalam PHP. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Terimakasih sudah berkunjung

Tentang Penulis

pintasku

Pintasku was established since 2015. Starting from a personal blog and now turned into a group of web developers. Pintasku provides web development, hosting, and domain register services