Belajar PHP

Mengenal Tipe Data Dalam PHP

Mengenal Tipe Data Dalam PHP
Written by pintasku

Pintasku – Sebelumnya kita sudah belajar tentang Variabel dan Konstanta Dalam PHP, Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang Mengenal Tipe Data Dalam PHP.

Apa Itu Tipe Data Dalam PHP ?

Variabel atau Konstanta merupakan tempat menyimpan sebuah data atau nilai, dimana setiap data atau nilai yang disimpan memiliki sebuah tipe tipe tersendiri. Tipe-tipe data atau nilai yang berada didalam variabel atau konstanta tersebut akan menentukan bagaimana cara kita memproses data atau nilai tersebut. Jika kalian sebelumnya pernah mempelajari tentang bahasa pemrograman lainnya kalian tidak akan terlalu sulit mempelajari jenis jenis tipe data pada pemrograman lainnya. Ada 7 tipe data didalam PHP diantaranya, yaitu :

  1. Tipe Data String
  2. Tipe Data Integer
  3. Tipe Data Float
  4. Tipe Data Boolean
  5. Tipe Data Array
  6. Tipe Data Object
  7. Tipe Data Null

1. Tipe Data String Dalam PHP

Tipe data string merupakan tipe data yang berisikan sebuah teks, kalimat atau kumpulan karakter, contohnya seperti “aku”, “Saya Sedang Belajar PHP”, dan “mUdaHnyA BeLaJaR PhP”.

Tipe data String biasanya tipe data yang paling sering digunakan dan memiliki banyak fitur. Ada 256 Karakter ASCII yang didukung oleh PHP, untuk melihat daftar karakter ASCII tersebut silahkan kunjungi http://www.ascii-code.com.

Untuk membuat sebuah tipe data string didalam PHP, ada terdapat beberapa cara, yaitu Single Quoted, Double Quoted, Heredoc dan Nowdoc. Tetapi yang paling umum digunakan dalam membuat sebuah tipe data string yaitu menggunakan Double Quoted dan Single Quoted.

Contoh pembuatan string dengan metode single quoted didalam PHP.

Tipe Data String Dalam PHP - Single Quoted - Pintasku

Tipe Data String Dalam PHP – Single Quoted – Pintasku

Contoh pembuatan string dengan metode double quoted didalam PHP.

Tipe Data String Dalam PHP - Double Quoted - Pintasku

Tipe Data String Dalam PHP – Double Quoted – Pintasku

Perbedaan yang terdapat diantara kedua metode penulisan String Single Quoted dan Double Quoted terdapat pada penulisan tanda simbol backslash “\” dimana jika kita ingin menampilkan sebuah tanda backslash dengan single quoted, maka kita harus menuliskannya 2x “\\”. Tetapi apabila kita menggunakan double quoted maka kita hanya perlu menuliskannya sekali saja.

Jika kita menggunakan metode penulisan string Double Qouted maka PHP akan memproses karakter – karakter khusus seperti carriage return (\n), karakter tab (\b) dan juga akan memproses setiap variabel.

2. Tipe Data Integer

Tipe Data Integer merupakan tipe data yang berisikan sebuah bilangan bulat atau bilangan yang tidak memiliki nilai sesudah koma, contohnya seperti 11 , 100, 1500 dll. Nilai bilangan yang bisa disimpan pada tipe data integer bisa bernilai Positif (+) atau negatif  (-). Jika kita memberikan tanda (-) sebelum bilangan, maka diasumsikan bilangan tersebut bilangan negatif, apabila kita tidak memberikan tanda awalan maka bilangan tersebut bilangan positif.

Berikut ini merupakan contoh penulisan tipe data integer dalam PHP;

Kita juga  bisa menggunakan operasi matematika untuk bilangan integer, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan lain-lain. Perhatikan contoh kode berikut ini.

Range (jangkauan) bilangan yang bisa ditampung didalam tipe data integer, namun pada umumnya jangkauanya dimulai dari -2,147,483,648 sampai dengan 2,147,483,647. Jika program yang kita bisa memungkinkan menghasilkan nilai yang lebih besar dari jankauan tersebut, sebaiknya kita menggunakan Tipe Data Float.

3. Tipe Data Float

Tipe data float atau yang bisa dikenal dengan tipe data floating point atau tipe data real number merupakan tipe data angka yang memilki tanda desimal atau tanda floating point (tanda “titik” dalam bahasa inggris) pada bagian akhir bilangan, contohnya seperti 0,5 atau 3,14.

Sama seperti Tipe Data Integer, range nilai yang bisa digunakan tergantung dari komputasi prosessor yang digunakan, tetapi biasanya range (jangkauan) nilai tipe data float dimulai dari 1.7 x 10^-308 sampai dengan 1.7^+308 dengan 15 digit keakuratan.

Penggunaan tipe data float biasanya digunakan untuk membuat sebuah aplikasi matematis tingkat tinggi, dima kita tidak akan menggunakan bilangan float sampai 15 digit.

Untuk membuat tipe data float didalam php, ada terdapat 2 cara penulisan, pertama yaitu penulisan desimal sehari-hari, contohnya 0.15 atau 3.14, sedangkan yang kedua penulisan format scientific notation, contohnya 0.314E1 atau 12.0E-3. Format penulisan scientific notation biasanya digunakan untuk menyederhanakan penulisan 0.314E1 artinya sama dengan 0.314*10^1 atau 3.14 dan penulisan 12.0E-3 yang artinya sama dengan 12.0*10^(-3) atau 0.012.

Berikut ini adalah contoh penggunaan tipe data float didalam PHP.

4. Tipe Data Boolean

Didalam bahasa pemrograman Tipe Data Boolean merupakan tipe data yang paling sederhana, karena tipe data boolean hanya memiliki 2 nilai, yaitu True (Benar) dan False (Salah). Penggunaan tipe data boolean biasanya lebih cenderung digunakan dalam Operasi Logika, seperti IF Else ataupun Looping (perulangan).

Untuk menggunakan tipe data boolean cukup sederhana karena hanya memiliki 2 nilai, yaitu true dan false. Berikut ini adalah contoh penulisan tipe data boolean didalam php.

Jika kita menjalankan contoh kode diatas maka variabel $benar akan ditampilkan dengan angka 1, dan variabel $salah akan ditampilkan dengan string kosong (tanpa output). Hal tersebut terjadi karena tipe data boolean secara “dipaksa” yang mana nilai tersebut akan langsung berganti kedalam tipe data string.

5. Tipe Data Array

Tipe Data Array atau yang bisa dibilang larik (arti array dalam Bahasa Indonesia) bukan merupakan tipe data dasar seperti tipe data integer atau boolean. Tipe Data Array merupakan sebuah tipe data bentukan yang terdiri dari kumpulan tipe-tipe data lainnya.

Penggunaan array sangat memudahkan untuk membuat sebuah kelompok data, dan akan sangat menghemat penulisan syntax dan variabel. Misalnya kita ingin menyimpan data 10 Kota di Jawa Barat, jika kita tidak menggunakan array maka penulisannya akan seperti kode dibawah ini.

Kode diatas tidak salah, tetapi kurang efektif dan menurut saya kurang rapih juga, karena kita harus membuat 10 variabel untuk 10 nama kota. Bagaimana jika data yang kita harus masukan lebih dari 10, misalnya 100 data? Maka akan membuat kita cukup kerepotan karena kita membutuhkan 100 variabel $kota.

Tetapi jika kita menggunakan array untuk membuatnya, maka kita hanya memerlukan 1 variabel saja untuk menampung semua data tersebut. Berikut ini adalah contoh penggunaan array dalam PHP.

Cara Membuat Tipe Data Array Dalam PHP

Untuk membuat sebuah array didalam PHP ada kita memerlukan komponen array yang terdiri dari pasangan key (kunci) dan value (nilai). Key (kunci) berfungsi untuk menunjukan dimana posisi value disimpan. Silahkan perhatikan contoh syntax dasar Array dalam PHP.

Pada syntax dasar di atas terdapat tanda panah (=>) yang berfungsi untuk memberikan nilai kepada key. Jika kita ingin mengakses atau menampilkan salah satu nilai yang terdapat didalam array. maka kita bisa menggunakan perintah $nama_variabel diikuti nilai key.

Berikut ini merupakan contoh cara mengakses array didalam php.

Pada contoh diatas, saya menggunakan bilangan integer sebagai key dan menggunakan sebuah string untuk value (nilai).

Kita juga bisa membuat sebuah array tanpa key (kunci), maka secara otomatis key tersebut akan terdefinisikan dan diurutkan dari nilai 0, 1, 2, 3, 4, dst. Berikut ini adalah contoh pembuatan array tanpa key dalam PHP.

Mungkin cukup sekian penjelasan mengenai Mengenal Apa Itu Tipe Data Dalam PHP, pada tutorial selanjutnya kita akan mempelajari tentang Mengenal Operator Dalam PHP. Terimakasih sudah berkunjung see you next time.

Tentang Penulis

pintasku

Pintasku was established since 2015. Starting from a personal blog and now turned into a group of web developers. Pintasku provides web development, hosting, and domain register services